Kumpulan Serial TV dengan Tema LGBT yang Wajib untuk Ditonton

Kumpulan Serial TV dengan Tema LGBT yang Wajib untuk Ditonton – Di masa modern seperti sekarang ini, pengetahuan masyarakat tentang gender dan seksualitas sangatlah banyak. Pasalnya hal tersebut kini dapat diakses dengan mudah oleh semua orang secara bebas. Media penyampai pesan yang dianggap efektif adalah televisi. Kini banyak serial televisi yang membahas seputar gender dan juga seksualitas dengan cara yang sederhana agar para penonton dapat menikmatinya dengan mudah. Kini banyak serial TV yang mengangkat tema LGBT di negara-negara Eropa yang menganggap bahwa LGBT adalah sebuah hal yang wajar. Meskipun LGBT di Indonesia bukanlah sebuah hal yang legal, namun berbeda di negara lain. Berikut ini adalah kumpulan rekomendasi serial TV dengan tema LGBT yang wajib untuk ditonton.

  • Pose
    Pose merupakan sebuah acara TV yang menceritakan kelompok LGBTQ yang berkompetisi dalam sebuah ajang penghargaan busana yang juga menampilkan berbagai gerakan tari. Acara TV ini menceritakan latar tahun 1980-an dan berfokus pada orang-orang kulit hitam. Isu-isu yang diampilkan dalam serial Pose ini adalah isu transeksual perempuan dan bagaimana semua tokoh yang terlibat memilih dan juga menemukan keluarga mereka. Pose juga menceritakan berbagai isu tentang yang tidak mereka miliki karena pada masa itu LGBT tidak sebebas sekarang. Berbagai penolakan dan juga upaya yang dilakukan untuk menjalin hubungan kekeluargaan yang dimiliki oleh kelompok LGBTQ ini sangat menyentuh hati para penontonnya.
  • Queer Eye
    Queer Eye merupakan sebuah Reality Show dari Netflix yang menyajikan cerita yang mampu mengubah sudut pandang seseorang mengenai program makeover yang biasanya hanya melakukan permak penampilan saja. Queer Eye memiliki konsep yang berbeda, pasalnya acara yang digawangi oleh lima pria queer yang disebut dengan The Fab 5 ini mampu membantu para kliennya untuk berpenampilan lebih baik dan juga perasaan mereka menjadi lebih baik. The Fab 5 akan kedatangan klien yang memiliki berbagai kerisauan yang mengarah pada LGBT. Masalah-masalahnya meliputi seorang lesbian yang diusir dari rumah, seseorang yang mengalami transisi dari wanita ke pria, dan masih banyak lagi. Kemudian dalam acara ini para klien akan diberikan berbagai pelatihan mental dan dibantu untuk menghadapi rasa takut yang mereka miliki.
    Queer Eye membantu kelompok LGBT untuk menjadi percaya diri dan tidak merasa sedih sambil memberikan pengertian jika merawat penampilan sangatlah penting. Kehadiran The Fab 5 disini tidak menyarankan berbagai perawatan fisik ataupun cara berpakaian agar terlihat lebih menarik dan trendi. Namun mereka akan membuat para klien merasa nyaman. Selain itu dalam acara tersebut The Fabs 5 sering kali membagikan cerita pribadi yang dialami oleh mereka dan menceritakan bagaimana mereka bisa melalui masa-masa sulit yang pernah dihadapinya.
  • Will & Grace
    Will & Grace merupakan salah satu serial TV yang populer di Amerika Serikat. Serial TV yang disutradarai oleh Max Mutchnick dan David Kohan ini menceritakan persahabatan yang terjalin antara Will Truman yang diperankan oleh Eric McCormack, seorang pengacara gay, dan Grace Adler yang seorang pemain taruhan bola di situs multibet88.online terpercaya Indonesia yang diperankan oleh Debra Messing. Serial TV bergenre komedi ini disiarkan oleh NBC pada 1998 – 2006 dengan total 8 season. Kemudian Will & Grace sempat vakum beberapa saat dan kembali lagi menyapa para penggemarnya pada 28 September 2017. Will & Grace merupakan salah satu sitcom Amerika Serikat yang sukses dengan menampilkan tokoh LGBT di dalamnya.

Queer Eye Tidak Cuma Sebatas Makeover Saja, Tapi Lebih Dari Itu

Queer Eye Tidak Cuma Sebatas Makeover Saja, Tapi Lebih Dari Itu – Queer Eye merupakan salah satu tv series yang diluncurkan oleh Netflix pada awal 2018 lalu. Tv series yang satu ini merupakan sebuah acara reality show yang bukan hanya sekedar acara makeover saja. Pasalnya tv series yang dipandu oleh lima orang pria gay yang biasa disapa dengan sebutan Fab Five ini selain membantu para klien mereka dalam mengubah penampilan menjadi lebih baik, mereka juga dalam beberapa episode membantu klien yang disebut dengan sebutan Hero lainnya seperti para perempuan yang memiliki anak dengan orientasi homoseksual, transgender laki-laki yang berada pada masa transisi, ataupun gay yang sedang coming out untuk memiliki perasaan yang lebih baik dan lebih mencintai dirinya sendiri.

Sebelumnya tv series seperti ini juga pernah ada pada tahun 2003 yang berjudul Queer Eye for the Straight Guy. Meskipun judul yang dimiliki oleh tv series tersebut sedikit berbeda, namun konsep yang digunakan tetaplah sama. Yang membedakan Queer Eye yang sekarang dengan tv series sebelumnya adalah terdapat pada cast yang memandu acara reality show ini. Queer Eye juga menjadi salah satu tv series yang direkomendasikan banyak orang karena tak hanya sekedar menampilkan kegiatan makeover saja, akan tetapi lebih dalam maknanya dari itu. Tv series ini juga memiliki konsep yang menarik dengan membantu kehidupan sosial yang dimiliki oleh hero yang mengikuti acara tersebut sehingga mereka menjadi jauh lebih percaya diri.

The Fab Five merupakan lima orang pria gay yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Hal tersebut dikarenakan oleh kelima orang ini memiliki tugasnya masing-masing dalam acara reality show yang satu ini. Antony Porowski yang merupakan seorang aktor, chef dan juga model. Dalam tv series ini Antony Porowski memiliki tugas sebagai food and wine expert. Kemudian juga ada Karamo Brown yang merupakan seorang ayah dari dua orang anak yang juga seorang psikoterapis. Dalam tv series ini ia memiliki tugas sebagai culture expert.

Selanjutnya The Fab Five juga digawangi oleh Bobby Berk yang memiliki tugas sebagai design expert. Dan terakhir adalah Jonathan Van Ness yang bertugas sebagai grooming expert. Sudah terbayang kan bagaimana jika mereka memiliki misi yang sama? Ya dalam tv series ini mereka membuat sebuah kontribusi yang nyata untuk masyarakat dengan cara membantu para kliennya yang memiliki masalah yang berbeda-beda misalnya seperti masalah percintaan, masalah karir, dan masalah bersosialisasi di masyarakat. Di waktu yang bersamaan The Fab Five melalui tv series Queer Eye ini ingin menunjukan kepada dunia jika kaum LGBT merupakan manusia yang memiliki derajat yang sama dan mampu menyumbangkan kontribusi yang besar bagi lingkungan sekitarnya.

Kehadiran Queer Eye ini juga mengajarkan kepada masyarakat umum jika menjadi seorang LGBT bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Pasalnya kaum LGBT pun mampu menyumbangkan kontribusi yang besar bagi lingkungan sekitarnya. Melalui tv series ini para penonton pun diajak untuk mencintai diri sendiri dengan cara masing-masing. Sangat penting untuk mencintai diri sendiri karena jika sudah mencintai diri sendiri maka anda akan merasa lebih percaya diri dan merasa pantas untuk bersosialisasi dengan orang. Series ini memiliki cerita yang sangat ringan dan cocok untuk dinikmati ketika memiliki waktu luang. Selama menonton para penonton pun emosinya akan dibawa naik turun sehingga wajib untuk menyiapkan tisu. Sekarang Tv series ini dapat anda nonton secara online dan gratis melalui situs https://kongbet.net.

Perjalanan Program TV Will & Grace di Tengah Kontroversi

Perjalanan Program TV Will & Grace di Tengah Kontroversi – Sebelum memasuki tahun 1997, belum ada satu pun acara televisi dalam bentuk serial memasukan tokoh utama LGBT dalam proses produksinya. Pada saat itu biasanya tokoh-tokoh LGBT hanya dijadikan sebagai pemeran pembantu atau karakter sisipan saja. Hingga ketika seorang comedian bernama Ellen DeGeneres mengaku jika dirinya merupakan seorang Lesbian baik dalam karakter yang diperankannya dalam serial komedi maupun kehidupan nyatanya pun sempat menimbulkan sebuah kontroversi yang membuat serial komedia yang dibintanginya pun terpaksa harus dihentikan. Dengan segala bentuk kontroversi yang ada kemudian pada tahun 1998, muncul sebuah serial televise berjudul Will & Grace yang menghadirkan tokoh utama seorang Gay.

Will & Grace menampilan sosok pemeran utama yang merupakan seorang Gay dengan penggambaran yang sangat jelas. Dalam serial televisi tersebut pun Jack yang merupakan sahabat dari Will digambarkan juga sebagai seorang Gay juga. Pada awal kemunculannya serial televisi yang satu ini berhasil menampilkan sebuah terobosan yang sangat berani di tengah-tengah kontroversi yang ada di Amerika Serikat pada masa itu. Namun serial ini pun ternyata dapat diterima dengan baik oleh para penontonnya. Will & Grace sendiri masih menggambarkan sosok Gay dengan stereotip yang feminine dan cenderung menyukai hal-hal yang seperti wanita seperti make up serta tidak menyukai kegiatan olahraga kecuali gym. Namun serial televisi ini tidak membuat stereotip tersebut menjadi buruk.

Dalam serial televisi Amerika Serikat ini diceritakan berbagai kesulitan yang dialami oleh para kelompok Gay dalam menjalani kehidupan. Contohnya seperti jack yang sering mengalami bullying di sekolah hingga kesulitan yang tumbuh di keluarga akibat tumbuh sebagai seorang Gay. Meskipun banyak menceritakan mengenai kesulitan yang dialami oleh kelompok Gay, namun Will & Grace merupakan sebuah sitcom yang bisa membuat banyak penontonnya tertawa dengan lelucon yang disajikan dalam tayangannya. Berbagai lelucon yang disampaikan oleh para pemeran yang berada dalam serial Will & Grace pun sukses mengocok perut para penontonnya. Tak heran ranya jika sitcom yang satu ini sangat populer dan memiliki banyak penggemar.

Will & Grace merupakan salah satu serial televisi bergenre komedi yang mengusung konsep kehidupan kelompok Gay pada masa itu sukses menjadi serial televisi favorit banyak orang. Hal tersebut terbukti dengan serial televisi ini yang mampu bertahan hingga bertahun-tahun. Dalam perjalanannya Will & Grace memiliki 11 season dengan banyak episode 239. Serial televisi ini disiarkan di NBC sejak 21 September tahun 1998 hingga 18 Mei 2006. Tak berhenti sampai disitu saja, pasalnya Will & Grace kembali tayang bersama NBC untuk menghibur para penggemar setianya. Serial televisi ini termasuk pada golongan serial televisi paling sukses dengan menampilkan tokoh utama yang digambarkan sebagai seorang gay.

Dalam perjalanannya acara ini pun menerima beberapa kritik kerena dianggap jika stereotip yang digunakan dalam sitcom ini tidak sepenuhnya menantang. Pada tahun 2002 Battles dan Hilton Morrow menganalisis serial televisi populer yang satu ini. mereka menyebutkan bahwa narasi yang digunakan dalam Will & Grace ini mengurangi salah satu tema acara yang memiliki potensi yang cukup subversive. Meskipun demikian Will & Grace tetap menjadi salah satu serial televisi bergenre komedia yang mengusung konsep LGBT paling sukses dan berhasil menarik perhatian banyak orang. Hingga saat ini banyak orang yang menjadikan Will & Grace sebagai sitcom favorit mereka.

Serial Queer as Folk Ungkap Realita Kehidupan Gay dan Lesbian di Amerika

Serial Queer as Folk Ungkap Realita Kehidupan Gay dan Lesbian di Amerika – Queer as Folk merupakan salah satu serial TV di Amerika Serikat yang diadaptasi dari sebuah serial Inggris dengan judul yang sama namun yang membedakan adalah kultur dan kondisi masyarakatnya. Dalam Queer as Folk ini menceritakan kondisi masyarakat Amerika Serikat yang mempunyai tingkat homophobic yang cenderung cukup tinggu. Serial ini juga cukup populer dan sukses mendapatkan rating yang bagus dengan raihan 8 bintang dari situs IMDB. Serial ini pun mendapatkan respon yang positif dari kritikus dengan cerita yang disampaikannya. Queer as Folk sendiri menceritakan tentang empat orang pria gay lajang yang hidup di Pittsburg, Amerika Serikat.

Keempat pria gay lajang yang diceritakan dalam Queer as Folk ini adalah Michael Novotny, Brian Kinney, Ted Schmindt dan Emmett Honeycut. Mereka digambarkan sebagai empat orang pria lajang yang memiliki orientasi homoseksual yang hidupnya dikelilingi oleh teman-teman wanita dengan orientasi seks lesbian, ibu yang mendukung gerakan gay, paman yang mengidap HIV/AIDS, namun sebagian keluarga besar mereka merupakan penentang kaum gay di Amerika Serikat. Serial ini mengungkap realita kehidupan kaum gay dan lesbian di Amerika Serikat. Pada awalnya kehidupan yang dijalani oleh Michael Novotny, Brian Kinney, Ted Schmindt dan Emmett Honeycut baik-baik saja hingga Brian Kinney yang merupakan seorang gay dinyatakan memiliki seorang bayi yang berasal dari donor sperma yang dilakukannya kepada seorang temannya bernama Lindsat Peterson.

Selain itu masalah lain juga muncul ketika Brian Kinney yang tidur dengan seorang siswa SMA yang memiliki gejolak cinta yang tinggi. Dua peristiwa tersebut pun menjadi cerita pembuka dalam perjuangan cinta seorang pria lajang dengan orientasi homoseksual tersebut. Serial yang ditayangkan pada tahun 2000 ini pun sukses mencuri perhatian banyak orang dengan berbagai perjuangan kisah cinta yang penuh perjuangan yang dialami oleh Michael Novotny, Brian Kinney, Ted Schmindt dan Emmett Honeycut dalam Queer as Folk ini. serial ini pun tercatat telah memiliki 84 episode dalam 5 seasons yang dimilikinya.

Semua kisah yang diceritakan dalam serial Queer as Folk ini dikemas dengan menarik sehingga banyak penonton yang merasa penasaran dengan kisah cinta yang dimiliki oleh Michael Novotny, Brian Kinney, Ted Schmindt dan Emmett Honeycut. Selain itu munculnya Justin yang merupakan seorang pria muda yang menyukai Brian Kenney pun menjadi salah satu hal yang paling menarik. Pasalnya Justin berjuang dengan keras untuk bisa menaklukan perasaan Brian yang terkenal dengan sifatnya yang cenderung liar tersebut. Meski diceritakan jika Justin tidak lagi mengejar cinta Brian setelah ia menemukan pria lain yang merupakan seorang mahasiswa yang berasal dari salah satu sekolah music, namun pada akhirnya ia sukses menaklukan cinta Brian Kenney dalam serial ini.

Meskipun dalam serial ini diceritakan bahwa semua karakter utamanya adalah seorang gay atau pria dengan orientasi homoseksual, namun para aktor dan juga aktris yang bermain dalam serial tv Amerika Serikat yang satu ini mengaku jika mereka tidak seperti yang digambarkan oleh serial tersebut. Queer as Folk ini sukses sedikit mengabaikan kehadiran mayoritas straight dalam kehidupan nyata masyarakat Amerika Serikat secara umum dengan selalu memasukan unsure LGBT di dalamnya. Namun meskipun demikian cerita yang disajikan oleh serial TV yang satu ini sukses menarik perhatian banyak orang dan telah ditonton oleh banyak orang.

2 Moons: Serial Percintaan Gay Populer di Thailand

2 Moons: Serial Percintaan Gay Populer di Thailand – 2 Moons merupakan salah satu serial asal Thailand yang cukup populer. Dengan mengangkat tema percintaan yang terjadi antara pasangan gay sebagai fokus utamanya, serial TV ini pun sukses menarik perhatian banyak orang. 2 Monns adalah sebuah serial yang diadaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama. Novel tersebut merupakan karya dari Chiffon Cake yang penjualannya tergolong sukses di Thailand. Keinginan banyak orang untuk hadirnya adaptasi dari novel inipun cukup tinggi mengingat bahwa industry hiburan Thailand sangat terbuka dengan isu-isu LGBT. Ada juga beberapa serial Thailand yang juga mengusung tema LGBT sebelum serial 2 Moons ini.

Kisah yang diceritakan dalam serial 2 Moon ini memiliki latar belakang kehidupan mahasiswa di sebuah universitas yang ada di Thailand. Dalam serial tersebut menceritakan sosok pemeran utama bernama Wayo yang merupakan seorang pemain judi online amatiran di situs terbaik dan terpercaya yang memilih menjadi mahasiswa pada Jurusan Kedokteran pada universitas tersebut. Wayo memilih jurusan kedokteran di universitas itu karena ia ingin mengejar cinta kakak kelasnya bernama Phana yang juga menempuh pendidikan disana. Dalam serial ini juga diceritakan bahwa Wayo telah memendam perasaan kepada Phana sejak mereka duduk di bangku SMA namun ia tak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya. Hal tersebut dikarenakan Phana merupakan sosok pelajar yang populer sehingga Wayo tidak memiliki keberanian untuk menyatakan cintanya.

Sudah menyimpan perasaan sejak lama, Wayo pun memiliki peluang untuk bisa dekat dengan Phana. Hal tersebut dikarenakan ia sukses terpilih untuk meneruskan langkah yang diambil Phana sebagai duta fakultas yang juga biasa disebut dengan sebutan Moon Campus. Karena Wayo terpilih sebagai Moon Campus, itu membuat Phana harus memberikan berbagai pelatihan kepadanya. Perasaan yang dimiliki oleh Wayo kepada Phana pada awalnya merupakan cinta sebelah tangan. Namun seiring berjalannya waktu Phana yang semula sering mengganggu Wayo pun pelan-pelan mulai menaruh perasaan kepada adik kelasnya itu. Sehingga serial ini pun menampilkan cerita cinta diantara keduanya yang terjalin di universitas itu.

Selain hadirnya percintaan antara Wayo dan Phana, 2 Moons juga menampilkan kisah cinta dari pasangan gay lainnya yang sukses menarik perhatian banyak orang. Misalnya seperti kisah cinta yang terjadi di antara Ming dan Kit. Kedua orang tersebut merupakan sahabat Wayo dan Phana universitas tersebut. Kemudian ada juga kisah Forth seorang mahasiswa senior yang ternyata memiliki perasaan kepada Wayo. Kisah cinta pasangan gay dalam serial inipun sukses menarik perhatian dengan respon yang bagus dan membuat heboh public. Pasalnya sejak penayangannya pertama kali serial ini sukses menjadi trending di Twitter Thailand. Kemudian setelah menjadi trending di Twitter 2 Moons pun mulai memiliki banyak akun fanbase karena banyak orang yang menyukai serial LGBT yang satu ini.

2 Moons sendiri dibintangi oleh sejumlah pemain populer seperti Pinnirat Suradej, Thanit Itthipat, Kerdthongtavee Panuwat, dan masih banyak lagi. Yang menarik dari serial gay yang satu ini adalah para pemain yang terlibat dalam serial 2 Monn ini mengaku jika mereka bukanlah seorang gay. Meskipun demikian para pemain dapat berakting dengan baik sehingga banyak orang yang menyukai serial Thailand yang satu ini. 2 Moons sendiri memiliki 12 episode dan dirilis pada 7 Mei 2017. Hingga saat ini banyak orang yang terkesan dengan kisah cinta yang dibahas dalam serial Thailand yang satu ini.

Take Guy Out: Ajang Pencarian Jodoh Khusus Gay di Thailand

Take Guy Out Ajang Pencarian Jodoh Khusus Gay di Thailand

Take Guy Out: Ajang Pencarian Jodoh Khusus Gay di Thailand – Masih ingat dengan ajang pencarian jodoh Take Me Out yang dulu pernah populer di Indonesia? Ya ajang pencarian jodoh serupa juga ternyata sangat populer di negara lain. Salah satunya adalah Thailand. Ajang pencarian jodoh tersebut pun sangat populer di negara gajah putih tersebut. Namun yang beda adalah konsep yang dimiliki oleh acara tv tersebut. Di Thailand sendiri ajang pencarian jodoh ini berjudul Take Guy Out yang dikhususkan bagi mereka yang Gay untuk bisa mendapatkan kekasih melalui acara tv tersebut. Dalam acara tersebut para lelaki akan mencari jodoh atau kekasih secara singkat dengan memanfaatkan acara televise tersebut.

Take Guy Out pertama kali ditayangkan pada tahun 2016 di Thailand. Sejak pertama kali di tayangkan, acara tv ini langsung menarik perhatian banyak orang di Thailand. Yang mencengangkan adalah pada episode pertamanya saja acara ini telah ditonton hampir 350 ribu kali oleh masyarakat Thailand. Setelah sukses dengan episode pertama, pada episode kedua pun sukses menarik perhatian banyak orang dan videonya sudah ditonton oleh 630 ribu kali. Acara ini semakin populer dan terkenal di Thailand serta sudah memiliki banyak peserta yang mengikuti acara pencarian jodoh ini. besarnya perhatian yang diberikan oleh masyarakat Thailand terhadap acara tv yang satu ini pun membuat Take Guy Out menjadi sangat populer di negara tersebut.

Konsep yang digunakan oleh Take Guy Out cukup sama dengan acara Take Me Out namun yang membedakan adalah peserta yang mengikutinya. Acara ini diikuti oleh belasan orang pria yang ingin mendapatkan pasangan dengan melewati beberapa sesi yang disediakan. Nantinya seorang pria lajang akan berdiri di podiumnya masing-masing dan memilih calon pasangan yang sesuai dengan kriteria. Tak hanya berhenti sampai di situ saja, para peserta Take Guy Out pun memiliki hak untuk menolak kandidat dengan cara menekan tombol podium yang ada di hadapannya. Mereka pun berhak untuk menekan tombol podium atau membiarkannya apabila menyukai kandidat yang ada.

Thailand memang surganya kebebasan untuk negara-negara yang ada di Asia Tenggara. Tak heran jika rasanya negara tersebut selalu memiliki berbagai acara yang nyeleneh dan terkadang bikin geleng-geleng kepala. Di negara ini LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender) memang tidak dipermasalahkan. Oleh sebab itu kehadiran acara televisi seperti Take Guy Out ini pun sukses mendongkrak perhatian banyak orang karena negara tersebut merupakan negara yang cukup ramah dengan LGBT. Take Guy Out pun menjelma menjadi sebuah acara televisi bertemakan ajang pencarian jodoh sesama jenis ini sangat populer dan berkembang dengan pesat hingga beberapa season.

Sudah banyak pria yang sukses menemukan pasangannya lewat Take Guy Out ini. melalui acara ini dapat terlihat bahwa kehidupan bebas yang ada di Thailand ini sudah mendapatkan toleransi dengan hadirnya acara seperti ini yang sangat populer dan ditonton oleh ribuan orang. Saking populernya ada ribuan proa yang ingin mendaftarkan diri mereka menjadi peserta dalam acara Take Guy Out. Yang unik adalah hampir semua peserta yang mengikuti acara pencarian jodoh khusus Gay ini memiliki paras tampan dan memiliki badan yang atletis. Take Guy Out pun menjadi salah satu acara televisi yang populer dan paling banyak ditonton oleh ratusan ribu orang penonton pada episode pertamanya. Acara ini mampu bertahan hingga beberapa season dan telah mempertemukan banyak pasangan Gay.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!